Pelepasliaran/Restocking Kerang Mutiara (Pinctada maxima)

Posted on 09 Feb 2021


Balai Bio Industri Laut merupakan satuan kerja yang berada dibawah Pusat Penelitian Oseanografi dan masuk ke dalam Kedeputian Ilmu Pengetahuan Kebumian (IPK) LIPI. Balai Bio Industri Laut melaksanakan tugas penerapan dan pengembangkan teknologi budidaya biota laut, salah satunya budidaya kerang mutiara jenis Pinctada maxima. Balai Bio Industri Laut telah melaksanakan kegiatan budidaya Kerang Mutiara (Pinctada maxima) sejak tahun 2003 dan telah berhasil menguasai teknologi dari mulai produksi benih hingga butiran mutiara. Tahapan-tahapan dalam budidaya yang telah dikuasai antara lain pembenihan, pembesaran benih kerang di longline, dan produksi butiran mutiara. Kerang Mutiara merupakan salah satu biota yang mempunyai nilai ekonomis tinggi karena dapat menghasilkan butiran mutiara. Kerang ini umumnya dijumpai di perairan pada kedalaman 8 – 20 meter. Makanan utama kerang Mutiara adalah fitoplankton yang secara alami terdapat pada perairan laut. Masa perkembangbiakan kerang Mutiara bersifat musiman, di Nusa Tenggara Barat pemijahan berlangsung mulai bulan Agustus/September sampai dengan bulan Januari/Februari. Untuk menghasilkan benih, induk jantan dan betina dirangsang untuk memijah dalam sebuah wadah. Perangsangan dilakukan dengan pemberian pakan alami (Phytoplankton) secara berlebihan, kejutan suhu (peningkatan suhu air secara cepat) atau dikering-anginkan selama beberapa waktu. Pada triwulan III Tahun 2020 jumlah kerang mutiara yang tercatat pada aplikasi persediaan sejumlah 626 ekor, dengan rincian anakan kerang mutiara ukuran 2 cm sebanyak 10 ekor, anakan kerang mutiara ukuran 10 cm sebanyak 342 ekor, dan anakan kerang mutiara ukuran 6 cm sebanyak 274 ekor. Berdasarkan hasil stock opname persediaan yang dilaksanakan pada tanggal 21 September 2020 diperoleh hasil sebagai berikut, anakan kerang mutiara ukuran 10 cm sebanyak 342 ekor dan anakan kerang mutiara ukuran 6 cm sebanyak 274 ekor, sedangkan anakan dengan ukuran 2 cm ditemukan dalam keadaan mati. Seiring dengan berakhirnya kegiatan penelitian budidaya kerang mutiara pada tahun 2020 maka anakan kerang mutiara yang tersisa akan dilepasliarkan ke alam. Salah satu tujuan pelepasliaran/restocking adalah turut menjaga kelestarian stock Kerang Mutiara (Pinctada maxima) di alam. Lokasi pelepasliaran anakan kerang mutiara dilakukan di daerah yang mempunyai habitat terumbu karang, adapun lokasi yang dipilih yaitu di perairan Teluk Kodek berdekatan dengan kantor Balai Bio Industri Laut. Selain habitat yang dinilai baik alasan lainnya adalah pelaksanaan protokol covid-19 guna menghindari kerumunan sehingga dipilih lokasi yang dekat dengan kantor BBIL. Berikut dokumentasi kegiatan pelepasliaran/restocking kerang mutiara di perairan Teluk Kodek yang dilaksanakan pada tanggal 24 September 2020: Tahap Persiapan dengan melakukan pemindahan anakan kerang mutiara dari KJA Tahap pelepasliaran/restocking anakan kerang mutiara ke alam