Pelepasliaran Lobster Pasir (Panulirus homarus)

Posted on 22 Aug 2017


Balai Bio Industri Laut merupakan salah satu satuan kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang salah satu fokus kegiatannya adalah budidaya biota laut. Salah satu biota yang dibudidaya adalah lobster pasir (Panulirus homarus) dikarenakan benih biota ini berlimpah di Lombok dan biota ini mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu tahapan dalam kegiatan budidaya lobster pasir yang dilakukan oleh Balai Bio Industri laut adalah tahap pembesaran. Hal ini dilakukan karena teknologi pembenihan lobster pasir masih belum dikuasai.

Paska gempa, kegiatan pembesaran dilakukan kembali pada tahun 2019 dengan memelihara benih lobster yang mempunyai berat rata-rata 0,2 g. Benih / anakan lobster tersebut dipelihara dengan menggunakan metode Keramba Jaring Apung (KJA) di laut. Pemberian pakan dilakukan setiap hari dengan memberi potongan daging ikan rucah. Seiring dengan berakhirnya kegiatan pembesaran lobster pada tahun 2020, anakan lobster tersebut siap dilepasliarkan. Anakan lobster yang terdapat di jaring KJA dikumpulkan didalam wadah jaring yang berukuran kecil. Sebanyak 126 ekor anakan lobster dengan berat yang bervariasi antara 50 – 140 g telah siap dilepasliarkan. Lobster yang telah terkumpul didalam wadah jaring dibawa dengan hati-hati pada kedalaman 6 m. Kegiatan ini menggunakan alat bantu SCUBA. Lokasi pelepas liaran anakan lobster dilakukan di daerah yang mempunyai habitat terumbu karang.

  [caption id="attachment_587" align="aligncenter" width="416"] Pelepasliaran Lobster Pasir (Panulirus homarus) 2020[/caption]